Malaikat Kecil
Dia…
Dia begitu istimewa…
Dia adalah segalanya…
Dia sangat berarti…
Dia adalah………….. malaikat kecil-ku….
Ketika kupandang matanya… kulihat ada surga..
Ketika kudengar bicaranya… kureguk tetes bahagia..
Walaupun cuma kulihat dari setiap gambarnya yang kupunya
Walaupun hanya terlintas di kenangan masa lalu
Itu-pun cukup untuk membuatku tersenyum…
Ketika ku sendiri di malam yang sunyi…
Masih teringat jelas suaranya…
Canda tawanya…
Rintihannya ketika dia sakit…
Bahkan setiap patah kata yang diucapkannya…
Haahhhhh… seandainya bisa kuputar kembali waktu…..
Ingin sekali kuulangi saat-saat indah itu….
Tapi sudah terlambat…
Ku tlah meninggalkannya…
Bukan karena ku tak mau jadi sahabatnya…
Tapi karena ku tak sanggup untuk jadi sahabat yg baik baginya..
Ku terlalu mencintainya…
Hingga sekarang-pun belum ada yang bisa menggantikannya di hatiku
Walau kutahu ku tak ada dihatinya..
Ku tak perduli apakah dia tidak mencintaiku…
Karena yang kutahu… ku cinta dia…
My ‘first and only’ love is hurt…. But still live until now…. And always live…
